Judi Terlarang Bagi Umat Muslim, Apa Alasannya?

Judi Terlarang Bagi Umat Muslim, Apa Alasannya?

Judi Terlarang Bagi Umat Muslim, Apa Alasannya? – Dalam islam, permainan yang mengandung unsur taruhan sekecil apapun dianggap sebagai suatu perjudian, hal tersebut sesuai dan merujuk kepada dalil yang telah mengatur terlarangnya perjudian. Di balik larangan https://akunjudi.id/ tersebut, tentu terdapat alasan yang melandasinya, jadi, islam tidak melarang permainan judi secara cuma-cuma ataupun sia-sia.

Salah satu alasan yang menjadikan judi sebagai suatu perbuatan yang terlarang dalam islam adalah karena perjudian termasuk dalam suatu perbuatan yang keji, hal tersebut dikarenakan dalam kitab suci al-quran telah disebutkan bahwa judi termasuk dalam perbuatan keji dan perbuatan tangan syetan. Karenanya, sebagai umat islam yang taat, tentu Anda harus memperhatikan aturan larangan judi.

Alasan yang Menjadikan Judi Terlarang dalam Islam

Alasan pertama yang menjadikan permainan judi sebagai suatu permainan yang terlarang adalah karena permainan judi termasuk dalam permainan yang tidak adil. Dari sana bisa ditarik sutau kesimpulan bahwa permainan judi melanggar prinsip keadilan, sedangkan islam sangat menjunjung tinggi keadilan, sesuai yang tertera dalam Al Maidah ayat 8.

Dalam surah tersebut, dijelaskan dengan sangat detail bahwa umat islam harus menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan bertindak dengan adil. Selain itu, dalam ayat tersebut juga telah disebutkan bahwa Allah merupakan saksi yang paling adil atas segala sesuatu yang dikerjalan manusia. Oleh karena itu, hendaknya manusia atau umat islam bertindak dengan adil dan hati-hati atas segala sesuatunya.

Pada hakikatnya, permainan judi membuat seseorang menjadi berkeinginan untuk memiliki sesuatu yang bukan haknya. Hal tersebut dikarenakan permainan judi merupakan suatu harapan semu saja, tidak ada usaha nyata yang dilakukan oleh para pemainnya. Seperti halnya ketika seseorang bekerja, maka ia patut mengharapkan upah yang telah menjadi haknya, lain lagi dengan perjudian yang hanya membuat seseorang menuntut sesuatu yang jelas bukan haknya.

Alasan kedua yang menjadikan judi terlarang adalah karena perjudian merujuk kepada sikap keserakahan dan kemalasan yang akan dialami oleh para pemainnya. Padahal, dalam islam, tidak dibenarkan seorang hamba untuk bertindak serakah, atau dalam kata lain mengharapkan segala sesuatu kepada selain Allah. Selain itu juga dilarang untung mengharapkan lebih, dan merasa seslalu kekurangan atas apa yang telah didapatnya sebagai rezeki. 

Selain itu, perjudian juga telah menjadikan seseorang menjadi berperilaku malas, yang mana telah dibuktikan dengan harapan semu yang sangat diandalkan tanpa ada kerja keras atau usaha yang nyata untuk mendapatkan rezeki. Hal tersebut bisa Anda buktikan, bahwa pemain judi cenderung malas dan tidak mau bekerja keras, melainkan hanya mengharapkan keuntungan yang telah dipertaruhkan di meja judinya.

Ketika seseorang telah menyukai perjudian, maka seseorang tersebut akan merasa tidak perlu lagi menghargai kerja keras orang lain dalam suatu pekerjaan, karena ia telah beranggapan jika ia tidak perlu bersusah payah sebagaimana yang telah dilakukan oleh oaring lain tersebut. Karenanya, sebagai seorang muslim yang taat, jangan sampai Anda terbujuk dalam dunia perjudian yang sangat tidak adil tersebut.

Alasan selanjutnya yang membuat judi terlarang adalah membuat seseorang menjadi lupa akan Tuhan dan kuasa-Nya. Seperti yang Anda ketahui, orang yang terlanjur terjerumus dalam dunia perjudian akan lupa kepada Sang Pencipta, tidak pernah sempat untuk memohon, berdoa, dan mengakui segala dosa-dosanya. Yang terdapat dalam pikirannya hanyalah hasrat untuk segera kaya dan mendapatkan uang tanpa bekerja keras alias instan saja.

Dari perilaku tersebut, maka umat tersebut bisa digolongkan sebagai umat yang tidak bisa menjaga fitrahnya. Jika sudah demikian, maka ia telah kehilangan arti atau makna agama dalam kehidupan kesehariannya. Islam juga melarang perjudian karena perjudian terbukti bisa mengganggu kesetabilan emosi maupun amarah seseorang, apalagi bagi para pemain yang sudah kecanduan terhadap permainan judi, maka bisa berakibat fatal.

Alasan selanjutnya yang menjadikan judi terlarang adalah dikarenakan sebagai suatu tindakan yang menghasut dan menimbulkan kebencian dan iri hati. Bisa dikatakan demikian karena pada hakikatnya, agama ialam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan kemanusiaa, sedangkan perjudian menimbulkan suatu kedengkian atau iri hati. Hal tersebut bisa Anda lihat ketika seseorang mendapatkan kekalahan, maka ia akan merasa dengkin kepada lawannya.

Selain itu, perjudian juga bisa menimbulkan suatu kerusuhan karena perkelahian yang biasa ditimbulkan setelah permainan berlangsung. Hal tersebut kerapkali terjadi ketika ada salah satu pihak yang tidak bisa menerima kekalahan yang menimpanya dan merasa emosional sehingga dengan terang-terangan menimbulkan kerusuhan yang akan sangat merugikan banyak orang, bukan hanya dirinya sendiri saja.

Alasan selanjutnya yang menjadikan judi terlarang adalah karena perjudian seperti mengandung zat adiktif yang membuat seseorang menjadi kecanduan. Jika sudah demikian, maka Anda tidak mungkin lagi akan dipenuhi dengan amal baik, melainkan ingin terus menerus bermain judi tanpa adanya rasa puas dan tidak ingin berhenti. Oleh karenanya, permainan judi merupakan suatu zat yang menyebabkan seseorang menjadi kecanduan.

Ajaran islam telah menyebutkan bahwa sebisa mungkin hari-hari yang dilalui umatnya dipenuhi dengan tindakan yang baik dan bermanfaat. Akan tetapi, jika seorang muslin terjerumus dalam permainan judi, maka ia tidak akan mungkin bisa menyisihkan waktu untuk beramal baik, melainkan hanya berpikir agar terus bisa bermain judi tanpa kalah dan tanpa henti, sampai kaya, sampai merasa puas.

Judi terlarang dalam agama islam karena sangat merugikan, membuat seseorang menjadi lupa Tuhan, membuat seseorang menjadi sangat serakah dan memiliki sifat dengki. Selain itu juga membuat seseorang menjadi kecanduan, dan membuat suatu kerugian besar baik pada dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *